Pentingnya vaksinasi Covid-19
Vaksin
merupakan produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau zat
yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga aman dan jika diberikan kepada
seseorang akan membuat kekebalan tubuh secara aktif terhadap suatu penyakit
tertentu. Pemerintah terus mengupayakan pelaksaan suntik vaksin Covid-19 untuk
seluruh masyarakat di Indonesia. Mulai dari awal tahun 2021 hingga saat ini
vaksin Covid-19 tengah didistribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia.
Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk
mengurangi dan memutus rantai penularan Covid-19.
-
Apakah vaksin COVID-19 adalah obat?
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada
penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.
Selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, upaya perlindungan yang
bisa kita lakukan adalah disiplin 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga
jarak dan jauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun.
-
Apakah vaksin COVID-19 juga akan diberikan
pada masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun?
Kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 saat ini adalah tenaga
kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19, lansia (>50 tahun),
dan orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular. Kemudian
vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima lainnya, mulai dari masyarakat
usia 18 tahun keatas. Berdasarkan rekomendasi terbaru dari Perhimpunan Dokter
Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), saat ini penyintas Covid-19 harus segera
mendapatkan vaksin Covid-19 dengan rentang waktu 3 bulan setelah dinyatakan
bebas Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terinfeksi Covid-19 untuk
kedua kalinya tetapi dengan varian yang berbeda.
-
Apakah vaksin COVID-19 melindungi secara jangka panjang?
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode
jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19. Efek perlindungan vaksin
masih menunggu hasil uji klinis fase Ill dan pemantauan selesai. Namun, sampai
saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan Il, vaksin yang tersedia
terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.
-
Bagaimana vaksin COVID-19 dikembangkan?
Meski pada saat darurat dan dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektivitas
vaksin adalah prioritas utama. Pengembangan vaksin tetap harus melalui tahapan
pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari:
·
Tahap
praklinik
·
Tahap
klinis (fase 1-3)
·
Penetapan
penggunaan vaksin
- Bagaimana cara vaksin bekerja?
Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh
secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga
apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat
akibat penyakit tersebut.
- Apakah terdapat efek samping dari pemberian vaksin?
Vaksin memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan efek samping yang dihasilkan.
Vaksin dapat memberikan antibody yang lebih tinggi dan memberikan proteksi
terhadap virus Covid-19. Perubahan alami yang dialami ibu hamil membuat system
imun didalam tubuh juga dapat berubah, Central of Disease Control (CDC)
telah menyatakan bahwa ibu hamil dan ibu menyusui boleh melakukan vaksinasi
Covid-19 untuk menekan potensi terinfeksi. Meski begitu tiap kebijakan tetap
berbeda-beda di Kota Surakarta sendiri ibu hamil masih belum diperbolehkan
untuk melakukan vaksin. Dimanapun berada alangkah lebih baik untuk
berkonsultasi dahulu kepada dokter sehingga kesehatan dan keselamatan ikut
terjamin.
Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik
terhadap suatu penyakit tertentu sehingga jika suatu saat terpapar penyakit
tersebut maka hanya akan mengalami gejala yang ringan. Sebaliknya, apabila
tidak melakukan vaksinasi maka tidak akan memiliki kekebalan tubuh yang
spesifik terhadap penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan pemberian
vaksin tersebut. Apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata, maka akan
terbentuk suatu kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu,
vaksinasi Covid-19 juga dapat menjaga produktivitas dan mengurangi dampak
sosial serta ekonomi. Vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah kepastian keamanan
dan keampuhannya ada.
Dalam menanggulangi pandemi Covid-19, upaya vaksinasi
dilakukan tidak hanya menjadi satu-satunya upaya untuk melindungi masyarakat
dari penularan Covid-19. Selama belum mencapai kekebalan kelompok (herd
immunity), maka pencegahan yang efektif saat ini adalah mematuhi protokol
kesehatan 5M yaitu dengan double mask dengan masker medis dilapisi bagian
luarnya dengan masker kain agar menutupi rongga dari masker medis tersebut,
menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjauhi
kerumunan, dan membatasi mobilitas.
Sumber:
Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/FAQ_VAKSINASI_COVID__call_center.pdf,
2021
Vaksin
Covid-19: Halal dan Thoyyib. https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/,
2021.
Mengupas
KIPI dan Efek Samping Vaksin Covid-19. https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/mengupas-kipi-dan-efek-samping-vaksin-covid-19,
2021
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210702103807-255-662179/kehamilan-yang-aman-dapat-vaksin-covid-19-menurut-dokter
